Melainkan amonium nitrat. Saat itu pelaku menggunakan 2 ton amonium nitrat untuk menghancurkan gedung pemerintah dan membunuh 168 orang. Amonium nitrat sebanyak itu disimpan di gudang tertutup selama bertahun-tahun. Jimmie Oxley, profesor kimia dari University of Rhode Island, mengatakan bahwa amonium nitrat memang membutuhkan pemicu untuk meledak. ’’Jika dilihat dari asap ledakan, saya menduga ada ledakan kecil yang memicu reaksi dari amonium nitrat.
Source: Jawa Pos August 06, 2020 03:19 UTC