Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menilai kondisi tersebut berpotensi menahan daya saing industri sekaligus memperlambat laju pembangunan nasional. Menurut Sugeng, konsumsi listrik per kapita merupakan indikator penting untuk membaca tingkat kemajuan sebuah negara. “Konsumsi listrik per kapita kita sekarang baru sekitar 1.400 kilowatt jam per kapita,” ujar Sugeng dalam acara di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Brunei Darussalam telah mencatat konsumsi sekitar 8.000 kilowatt jam per kapita, Singapura 7.200 kilowatt jam per kapita, sementara Malaysia mencapai sekitar 3.800 kilowatt jam per kapita. Rendahnya konsumsi listrik mencerminkan lemahnya basis industri nasional, terutama sektor manufaktur yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil dan memadai.
Source: Republika January 15, 2026 10:14 UTC