REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Penguatan indeks saham di tengah pelemahan nilai tukar bukan fenomena yang hanya terjadi di Indonesia. Co-Head of JANA and Asia South Investment Banking Coverage Citigroup Kaustubh Kulkarni mengatakan, pergerakan indeks saham yang mencetak rekor tertinggi saat mata uang melemah juga terjadi di Jepang, Korea, dan India. Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan cara perekonomian dan bank sentral di kawasan Asia merespons tekanan global, termasuk tekanan kebijakan tarif. “Dalam situasi ini, nilai tukar berperan sebagai mekanisme penyerap guncangan (shock absorber), sehingga mata uang cenderung melemah,” kata Kulkarni. “Fenomena pasar saham yang kuat di tengah mata uang yang melemah justru memberikan keyakinan mengapa aktivitas penggalangan modal ekuitas di berbagai pasar tersebut akan tetap solid,” jelasnya.
Source: Republika January 15, 2026 14:44 UTC