REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu (14/1/2026), mengumumkan dimulainya fase kedua rencana gencatan senjata di Gaza, dengan fokus pada demiliterisasi, pembentukan pemerintahan teknokrat, dan rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang. Witkoff menegaskan, Amerika Serikat mengharapkan Hamas sepenuhnya mematuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan, termasuk “pemulangan segera sandera terakhir yang telah meninggal dunia”. “Kegagalan untuk mematuhi kewajiban tersebut akan membawa konsekuensi serius,” tambahnya, tanpa merinci bentuk langkah yang akan diambil Washington jika ketentuan dilanggar. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Turkiye, Mesir, dan Qatar atas “peran mediasi yang sangat penting” yang memungkinkan kemajuan sejauh ini dalam proses gencatan senjata Gaza. Mereka menyatakan badan tersebut akan bekerja sama dengan sebuah “dewan perdamaian” dan komite eksekutifnya, yang diharapkan mengawasi persetujuan serta pelaksanaan rekonstruksi Gaza.
Source: Republika January 15, 2026 15:14 UTC