Ilustrasi(Antara)KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menuding lolosnya puluhan perusahaan baja ilegal yang beroperasi selama bertahun-tahun sebagai potret bobroknya tata kelola dan pengawasan negara. Sorotan tersebut sejalan dengan temuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai puluhan perusahaan baja yang diduga beroperasi secara ilegal di Indonesia. "Fenomena ini mencerminkan kegagalan tata kelola yang bersifat struktural,” ujar Rizal kepada Media Indonesia, Rabu (14/1). Ketiga, reformasi tata kelola dan akuntabilitas aparat. "Tanpa perbaikan sistemik dan sanksi yang tegas, praktik perusahaan ilegal akan terus berulang dan merugikan ekonomi nasional," pungkas Rizal.
Source: Media Indonesia January 14, 2026 13:24 UTC