TEMPO.CO, Jakarta - Merosotnya daya beli dan konsumsi masyarakat selama triwulan II 2020 membuat pelaku usaha, khususnya di sektor transportasi dan pergudangan mengalami masa paling sulit. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto di sektor transportasi dan pergudangan minus 30,84 persen dibanding tahun lalu. Sejumlah warung makan tutup saat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat merebaknya COVID-19 di kawasan Kalibata, Jakarta, 13 April 2020. Selepas triwulan II 2020, Zaldy melihat pelonggaran pembatasan aktivitas masyarakat yang dilakukan pemerintah mulai membawa angin segar bagi sektor logistik. Ketidakjelasan pada penanganan Covid-19 dan efektivitas stimulus yang diberi pemerintah dinilai masih membuat pelaku industri dan perdagangan menahan produksi.
Source: Koran Tempo August 06, 2020 10:07 UTC