REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berinisiatif menghapus fitur "edit" pada aplikasi input data kesehatan jamaah haji. Langkah ini dilakukan untuk mencegah manipulasi data kesehatan jamaah yang dipegang oleh petugas di daerah. Kepala Pusat Kesehatan Haji (Kapuskes Haji) Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, menjelaskan bahwa sebelumnya petugas dapat mengedit data setelah diinput. Namun, kini jika perubahan diperlukan, harus melalui persetujuan berlapis hingga ke Pusat Kesehatan Haji Kemenkes. Perubahan sistem ini dilakukan setelah evaluasi tahun lalu menunjukkan banyak jamaah dengan risiko kesehatan tinggi tetap diberangkatkan, memicu angka kematian tinggi.
Source: Republika January 13, 2026 23:24 UTC