REPUBLIKA.CO.ID, DOHA— Beberapa hari setelah konfrontasi militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, "perang angka" berkobar bersamaan dengan suara rudal dan pesawat terbang di langit wilayah tersebut. Sementara kedua belah pihak mengadopsi strategi militer yang mengandalkan pembesaran kerugian lawan dan kerahasiaan penyebaran hasil lengkap kerusakan internal, gambaran kerugian jiwa dan material yang harus dibayar pasukan Amerika dalam operasi "Kemarahan Epik" tersebut mulai terungkap. Pada Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang bersama yang luas terhadap Iran sejak Sabtu pagi. Serangan mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah pemimpin militer Iran, serta penargetan pertahanan udara dan platform peluncuran rudal. Berikut ini adalah laporan terbaru dari Aljazeera, dilansir Selasa (10/3/2026), mengenai korban jiwa Amerika sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran.
Source: Republika March 10, 2026 06:28 UTC