JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah hingga menembus level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah berpotensi membawa dampak luas bagi perekonomian domestik. Kondisi ini berpotensi memicu tekanan terhadap daya beli masyarakat dalam jangka pendek maupun menengah. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga dapat memicu tekanan pada dunia usaha. Pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN disebut turut menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Source: Jawa Pos March 10, 2026 03:13 UTC