REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Hamas dijadwalkan memilih pemimpin baru bulan ini. Tujuan pemilihan pemimpin adalah untuk mengisi posisi yang kosong sejak Israel membunuh Yahya Sinwar pada 2024, meskipun ada kekhawatiran bahwa penggantinya bisa mengalami nasib yang sama. Kedua tokoh tersebut bermukim di Qatar dan duduk dalam dewan lima orang yang memimpin Hamas sejak Israel membunuh Sinwar. Pemimpin dipilih melalui pemungutan suara rahasia oleh Dewan Syura Hamas, sebuah badan beranggotakan 50 orang yang mencakup anggota Hamas di Tepi Barat yang diduduki Israel, Jalur Gaza. Sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan kelompok itu bertekad menuntaskan pemungutan suara, meski sebagian pihak lebih memilih perpanjangan kepemimpinan kolektif.
Source: Republika January 13, 2026 23:34 UTC