"Itu tempat beribadah untuk semua agama. Dia mengaku menunaikan shalat di tempat tersebut karena pihak bandara tidak menyediakan ruangan khusus, seperti mushala bagi kaum Muslim. Cahyo mengatakan, ketika sedang beribadah, ia juga sempat melihat seseorang bermata sipit yang beraktivitas mengetik di laptop di Meditation Centre. Selama ini, ia tidak pernah menunaikan shalat di ruanga yang dapat dijadikan lokasi ibadah untuk semua agama, seperti di Bandara Schiphol. Dalam laman Bandara Schiphol, dijelaskan kalau ruangan Meditation Centre ini juga digunakan untuk kegiatan layanan gereja.
Source: Republika September 22, 2016 20:15 UTC