REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara terkait viralnya kabar seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berhijab yang disebut-sebut bergabung dengan militer Amerika Serikat (AS). Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim menegaskan, keterlibatan seorang Muslim dalam pasukan yang melakukan kejahatan kemanusiaan bertentangan dengan ajaran Islam. Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan seorang Muslim bergabung dengan militer yang pro-genosida, Sudarnoto menyampaikan sikap tegas. Menghina saja dilarang, apalagi terlibat genosida,” ujar Prof Sudarnoto saat dihubungi Republika, Rabu (21/1/2026). “Hati-hati, semangat ganbatee ... sini dong lihat sini, dadah dadah, hati-hati kak," ujar sang ibu sambil melihat anaknya yang berjalan menjauh di bandara.
Source: Republika January 21, 2026 09:12 UTC