REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung Harist Hijrah Wicaksana mengatakan, peran oposisi sangat penting untuk mencegah pemerintahan yang otoriter. "Pemerintahan otoriter itu tentu pemerintahan yang tidak demokratis," kata Ketua STISIP Setia Budhi Rangkasbitung Harist Hijrah Wicaksana, di Lebak, Banten, Ahad (28/3). Sebab, katanya pula, kekuatan partai oposisi hanya 20 persen dan tidak begitu kuat, yaitu dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. Dia mengatakan, kekuatan politik Jokowi tentu dikhawatirkan jika tidak dibarengi dengan oposisi dan kritikan dari beberapa elemen. Tanpa kritik dari oposisi, pemerintah bisa saja menjalankan semaunya dalam mengeluarkan kebijakan, dan itu bisa mengarahkan pada pemerintahan otoriter.
Source: Republika March 28, 2021 02:10 UTC