JawaPos.com–Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar mengungkapkan, pembangunan MRT Jakarta Fase 2 terancam mengalami kemunduran. Salah satunya karena pandemi Covid-19 yang melanda sehingga menyebabkan risiko tinggi terhadap keseluruhan proyek MRT Jakarta Fase 2,” ujar William Sabandar seperti dilansir dari Antara, Minggu (18/10) malam. Namun demikian, ternyata kontraktor Jepang terlalu konservatif dan tidak siap untuk mengambil risiko pembangunan di area Fase 2,” terang William. William mengharapkan Pemerintah Jepang melalui JICA dapat mendorong para kontraktor untuk sektor rolling stok terlibat dalam pembangunan MRT Fase 2. Saat ini, pembangunan MRT Jakarta Fase 2 sudah mulai dikerjakan lewat CP 201 untuk pengadaan Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas yang sudah rampung sebanyak 8,3 persen.
Source: Jawa Pos October 18, 2020 15:11 UTC