JAKARTA, KOMPAS.com - Dokter Ardianto dari Rumah Sakit Abdi Waluyo mengungkapkan awalnya Wayan Mirna Salihin dikira meninggal karena pembuluh darah kepalanya pecah. Perkiraan ini karena Ardianto pernah menangani pasien dengan kondisi serupa. Ardianto menceritakan, setelah Mirna dinyatakan meninggal secara medis, semua alat dilepas. Ia mengungkapkan banyak kemungkinan, seperti serangan jantung, pembuluh darah kepala pecah dan lainnya. "Saya tawarkan CT scan karena saya pernah juga tangani pasien pembuluh darah pecah dengan kondisi seperti ini," kata Ardianto.
Source: Kompas August 29, 2016 04:30 UTC