TEMPO.CO, Jakarta - Gempa tektonik yang mengguncang pantai Barat Sumatera, tepatnya di Pulau Simeulue, Aceh, dipastikan tak sampai memicu tsunami. Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, gempa akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia di Barat Sumatera. Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebutnya zona megahthrust. Guncangan gempa dirasakan di Simeulue dengan skala IV MMI atau setara guncangan pada siang hari yang dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah. Di Tapak Tuan, Singkil, Nias Utara dan Gunung Sitoli III MMI, artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu.
Source: Koran Tempo January 07, 2020 08:48 UTC