Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2 persen. Jadi sebenarnya masih terlalu prematur ekonomi Indonesia bisa menikmati windfall itu sampai akhir tahun ini,” ujarnya ketika dihubungi Republika, Kamis (21/7/2022). "Pergerakan orang dan transportasi selama kuartal II relatif meningkat dan menuju normal, dibanding kuartal II tahun lalu," ucapnya. Hal ini bisa berasal dari inflasi komponen bergejolak, inflasi inti serta inflasi harga-harga yang diatur oleh pemerintah. Selain itu, menurut dia, nilai tukar rupiah ke depan masih akan menghadapi tekanan seiring agresivitas kenaikan suku bunga oleh The Fed.
Source: Republika July 22, 2022 01:05 UTC