AP/Burhan OzbiliciTEMPO.CO, Ankara - Hubungan Turki, negeri yang memiliki wilayah geografis di Asia dan Eropa, dengan blok perdagangan terbesar di dunia Uni Eropa telah berakhir. Sejumlah pemerintahan di Uni Eropa menuding sikap Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan terhadap para pelaku kudeta Juli 2016 terlalu keras. Baca juga: Referendum Kontitusi Turki, Koyak Hubungan Dengan Eropa"Jelaslah bagi setiap orang bahwa Turki telah menjauh dari perspektif Eropa," kata Komisi Eropa, Johannes Hahn, kepada Reuters. "Fokus hubungan kami, Uni Eropa dan Turki, harus menjadi sesuatu yang lain," jawabnya dalam sebuah wawancara usai pertemuan para Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Malta. Baca juga: Di Turki: 107 Jurnalis Dipenjara, 155 Media DitutupProses kerja sama Turki dan Uni Eropa secara resmi tidak beku, tetapi para anggota parlemen Uni Eropa, pekan lalu, mendesak agar pembicaraan formal dengan Turki dihentikan.
Source: Koran Tempo May 03, 2017 06:22 UTC