Namun, dalam pidato yang disiarkan berbagai televisi nasional tersebut, Park tidak menyebut rencana untuk mundur seperti yang dituntut penduduk dan oposisi. Lima tahun kemudian, ganti ayahnya, Presiden Park Chung-hee, yang dibunuh pimpinan intelijennya sendiri. Saya telah memutus hubungan di hati saya. Permintaan maaf Park tidak dianggap serius oleh partai oposisi. ’’Presiden (Park) harus angkat tangan dari urusan negara,’’ tegas pemimpin Partai Demokratik Korea Choo Mi-ae.
Source: Jawa Pos November 05, 2016 01:11 UTC