REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Pihak berwenang Turki, Sabtu (5/11), memerintahkan secara resmi penahanan dan penundaan persidangan sembilan eksekutif dan wartawan koran oposisi yang ditangkap pada Senin (31/10), demikian media penyiaran NTV. Penahanan pemimpin redaksi dan pegawai senior Cumhuriyet atas dugaan koran sekuler tersebut mendukung percobaan kudeta pada Juli lalu dijelaskan oleh seorang pemimpin politik Uni Eropa sebagai melanggar kebebasan berekspresi. Editor Cumhuriyet sebelumnya, Can Dundar, tahun lalu ditahan atas publikasi rahasia negara terkait keterlibatan Turki dalam mendukung pemberontak Suriah. Kasus tersebut menimbulkan kecaman dari kelompok sayap kanan dan pemerintahan negara-negara Barat mengkhawatirkan akan memburuknya hak asasi manusia di Turki di bawah pemerintahan Erdogan. Selain itu, 170 koran, majalah, stasiun televisi, dan kantor berita ditutup sehingga 2.500 wartawan kehilangan pekerjaan, demikian pernyataan Asosiasi Wartawan Turki saat berunjuk rasa atas penangkapan wartawan Cumhuriyet, Senin (31/10).
Source: Republika November 06, 2016 01:44 UTC