REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Pemimpin Iran Ali Khamenei mengancam para pembuat kerusuhan yang ingin menyenangkan Presiden AS Donald Trump dengan merusak properti publik di negara mereka, di tengah meluasnya protes terhadap kondisi ekonomi di Iran. Khamenei menegaskan, Iran tidak akan mentoleransi tentara bayaran yang bekerja untuk kepentingan asing. Dia menganggap tangan Amerika berlumuran darah ribuan orang Iran dalam perang 12 hari yang dilancarkan terhadap Iran dan meminta Presiden AS untuk fokus pada masalah negaranya. Laporan tersebut, menurut Associated Press, mengklaim bahwa protes tersebut disertai dengan tindakan kekerasan yang mengakibatkan korban jiwa, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa protes tersebut disertai dengan pembakaran mobil pribadi, sepeda motor, dan tempat-tempat umum seperti metro, truk pemadam kebakaran, dan bus.
Source: Republika January 10, 2026 01:35 UTC