Gus Fahrur menegaskan, Indonesia harus mengecam keras serangan tersebut dan mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh oleh misi penjaga perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ia menilai, serangan yang menargetkan personel perdamaian tidak bisa ditoleransi dalam kondisi apapun. Praka Farizal Rhomadhon dipastikan gugur dalam peristiwa tersebut, sementara tiga personel lain, atas nama Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, terluka. Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius. Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini, dan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran," kata Lacroix.
Source: Republika March 31, 2026 10:33 UTC