REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel kini memasuki fase yang membingungkan, bukan karena kurangnya peristiwa, tetapi karena terlalu banyak kontradiksi. Serangan terus berlangsung, namun sinyal perdamaian juga muncul. Dalam situasi seperti ini, editorial dari berbagai kantor berita internasional justru memberi gambaran paling jernih: perang ini bukan lagi soal kemenangan cepat, melainkan pertarungan daya tahan. Menurut editorial China Daily, ada sinyal bahwa Presiden Donald Trump mulai mempertimbangkan untuk mengakhiri perang—bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup. Editorial The Guardian menilai tidak ada strategi menyeluruh dari pihak Amerika Serikat.
Source: Republika March 31, 2026 10:29 UTC