Selain juru bicara yang sudah diganti dari Achmad Yurianto ke Prof Wiku Adisasmito, data harian yang biasa diumumkan juga tak lagi disampaikan lewat televisi oleh juru bicara. Padahal sebelumnya Achmad Yurianto selalu mengumumkan berapa data terkonfirmasi positif, data pasien suspek, data pasien sembuh, dan angka kematian. Menurut Pakar Kesehatan dari Fakuktas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono, gaya seperti itu membuat akses masyarakat lebih terbatas. “Data masih diumumkan sih, tapi tak diumumkan lewat televisi oleh juru bicara. Digantinya peran Achmad Yurianto, menurutnya seolah terkesan menjadi “hukuman” bagi Kementerian Kesehatan yang belum berbuat banyak keberhasilan dalam pengendalian Covid-19.
Source: Jawa Pos July 22, 2020 09:39 UTC