Periode sensitif bisa menjadi salah satu cara berikan stimulus yang tepat pada anak. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Pritta Tyas Mangestuti mengatakan, mengamati periode sensitif anak bisa menjadi salah satu cara orang tua agar bisa memberikan stimulasi tepat untuk anak mereka. "Misalnya, anak sedang suka mengoceh, mungkin dia periode sensitif bahasa, kenalkan lagu-lagu untuk mestimulasi kemampuan berbahasanya," lanjut Tyas. Bila anak sedang aktif-aktifnya bergerak, bisa jadi dia berada dalam periode sensitif gerak. Bila ya, bisa jadi anak berada dalam periode sensitif sensorial.
Source: Republika July 07, 2021 10:41 UTC