“Rudal Patriot yang terlibat dalam ledakan di Bahrain dioperasikan oleh Amerika Serikat,” begitu tulis Reuters, Ahad (22/3/2026). Tim peneliti dari Middleburry Institute of International Studies dalam kesimpulannya meyakini, rudal Patriot yang ditembakkan itu berasal dari baterai pertahanan AS yang berjarak sekitar 4 mil, sebelah barat daya lokasi mendaratnya rudal Patriot tersebut. Saat itu, Iran menyasar pangkalan militer Paman Sam yang berada di negara-negara Teluk, termasuk Bahrain. Meskipun mengakui militer Iran menembakkan rudal-rudalnya ke wilayah Bahrain, tetapi target rudal-rudal tersebut adalah pangkalan militer AS. Iran menepis tudingan awal Bahrain dan AS ketika itu, dengan menyebut adanya operasi bendera palsu yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk menyalahkan Iran.
Source: Republika March 23, 2026 01:20 UTC