REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Israel mengungkapkan, serangan Iran ke negara mereka telah menyebabkan 4.564 warganya mengalami luka-luka. Jumlah itu dihitung saat Iran memulai serangan balasan pasca-agresi Israel dan Amerika Serikat ke negara tersebut pada 28 Februari 2026. Saat meninjau lokasi terimbas serangan Iran di Arad pada Sabtu malam, Ben-Gvir dikonfrontasi seorang warga perempuan Israel. Kerusakan akibat serangan balasan Iran ke Kota Dimona, lokasi fasilitas nuklir Israel, Sabtu (21/3/2026) malam - (Ilan Assayag/Reuters)Menurut layanan darurat Israel, MDA, serangan udara Iran ke Kota Arad menyebabkan 118 warga terluka. Pada 28 Februari 2026 lalu, AS dan Israel melancarkan agresi ke sejumlah wilayah Iran.
Source: Republika March 23, 2026 03:29 UTC