REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump terjebak di antara 'dua pilihan sulit' setelah tiga pekan perang di Iran. Panetta, yang bertugas di pemerintahan Bill Clinton dan Barack Obama, mencatat bahwa para pejabat keamanan nasional sangat menyadari kemampuan Iran. Serangan mendadak Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Tiga belas anggota militer AS dan, menurut pejabat kesehatan Iran, lebih dari 1.400 warga Iran telah tewas. Namun serangan demi serangan tidak meruntuhkan rezim Iran.
Source: Republika March 23, 2026 03:26 UTC