Iron Dome adalah sistem pertahanan jarak pendek yang dikembangkan Israel secara khusus untuk mengatasi ancaman roket dan mortir non-presisi dengan jangkauan 4 hingga 70 kilometer, seperti yang kerap diluncurkan dari Jalur Gaza. Namun, pakar ilmu politik Dr. Simon Tsipis menekankan bahwa sistem ini tidak dirancang untuk menghadapi rudal balistik jarak menengah yang terbang dengan lintasan tinggi dan kecepatan hipersonik, sebagaimana diberitakan Sputnik pada Ahad (22/3/2026). Dalam serangan Iran terhadap Dimona, Iron Dome terbukti tidak relevan karena cakupan ketinggiannya yang terbatas, membiarkan rudal Iran melaju ke target strategis tanpa hambatan berarti dari lapisan pertahanan terbawah ini. Berada di lapisan menengah, David's Sling dirancang untuk mengisi celah antara Iron Dome dan sistem Arrow. Sistem ini ditujukan untuk mencegat roket artileri berat, rudal jelajah, serta pesawat tak berawak dengan jangkauan 40 hingga 300 kilometer.
Source: Republika March 22, 2026 22:29 UTC