Tak heran jika makanan yang diolah dengan minyak jelantah akan memiliki rasa yang juga tengik. Ketika minyak nabati dipanaskan berulang-ulang, terjadi proses oksidasi yang menghasilkan radikal bebas dan senyawa toksik yang dapat meracuni tubuh manusia. Jahatnya lagi, efek buruk dari radikal bebas ini tidak akan terlihat dalam waktu dekat karena zat destruktif tersebut akan menghancurkan sel secara perlahan. Menurut Health Promotion Board Singapura (badan yang mengampanyekan pola hidup sehat), minyak jelantah aman digunakan jika memenuhi syarat berikut ini. Belum pernah dipanaskan lebih dari dua kaliMinyak yang terlalu sering digunakan akan semakin rentan menghasilkan radikal bebas pada masakan, sedangkan kandungan vitamin dan antioksidannya kian sedikit.
Source: Koran Tempo August 06, 2020 21:56 UTC