Orang-orang menarik Shell Ye Win (24) yang ditembak saat pasukan keamanan dalam aksi protes anti-kudeta di Mandalay, Myanmar, 14 Maret 2021. REUTERS/StringerTEMPO.CO, Jakarta - Militer Myanmar akhirnya terang-terangan menyatakan akan menembak demonstran di kepala jika terus melawan. Menurut data dari Asosiasi Bantuan Hukum Terhadap Tahanan Politik (AAPP), 90 persen dari 320 korban jiwa kudeta Myanmar adalah mereka yang tewas ditembak personil militer. Apabila jumlah mereka yang tewas ditembak diperinci lagi, sebanyak 25 persen di antaranya adalah mereka yang ditembak di kepala. Mereka berkata, ada 173 orang yang meninggal selama kudeta Myanmar dan sembilan di antaranya adalah personil mereka.
Source: Koran Tempo March 26, 2021 23:26 UTC