Penggunaan ringgit ini menjadi perhatian Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara (BI Kaltara). Demi menurunkan transaksi dengan mata uang Malaysia, maka BI Kaltara telah menggelontorkan Rp80 miliar ke pulau yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu. Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltara, Hendik Sudaryanto menyatakan, telah melakukan berbagai langkah demi mengurangi transaksi mata uang ringgit oleh warga Pulau Sebatik. Selama ini BI Kaltara juga melibatkan prajurit TNI dari Babinsa untuk mensosialisasikan kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran bertransaksi menggunakan uang rupiah. Upaya-upaya yang telah dilakukannya sejak 2018 tersebut mampu mengurangi penggunaan mata uang ringgit di Pulau Sebatik hingga 10 persen.
Source: Koran Tempo November 09, 2019 11:23 UTC