Komunitas yang baru terbentuk awal April lalu itu saat ini beranggota sekitar 50 orang. Karena kemudian antara yang punya bisnis dan yang belum punya bisnis bisa bertemu dalam satu forum,” papar Muchlisin. ”Nanti mereka yang punya niat bisnis tapi belum punya produk bisa jadi reseller atau dropship,” paparnya. Dengan mengajarkan berbisnis, pemuda desa diharapkan berani untuk merintis bisnis sendiri. Dengan begitu, mereka bisa lebih mandiri secara ekonomi.
Source: Jawa Pos May 12, 2017 09:22 UTC