JAKARTA, KOMPAS.com - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman berpendapat, kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia yang terjadi beberapa waktu belakangan belum mencapai puncak. Belum lagi, kini muncul subvarian Omicron baru yang disebut BA.2.75 atau Centaurus. Pesatnya mutasi varian virus ini diprediksi akan menyebabkan pandemi di tanah air bertahan lama setidaknya dalam 2-3 bulan ke depan. Baca juga: Mengenal Gejala Infeksi Subvarian Omicron BA.2.75 CentaurusMenurut Dicky, saat pandemi gelombang 4 nanti mencapai puncak, sangat mungkin jumlah kasus Covid-19 harian meledak, bahkan melewati jumlah kasus saat gelombang Delta. Sebabnya, Omicron subvarian BA.4, BA.5, dan BA.2.75 punya kemampuan menginfeksi berulang kali.
Source: Kompas July 23, 2022 05:56 UTC