Jokowi: Pemblokiran Telegram Sudah Lama DipertimbangkanMinggu, 16 Juli 2017 | 14:35 WIBPresiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara kepada wartawan sebelum memasuki pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 20 Mei 2017. TEMPO/SubektiTEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo akhirnya memberikan keterangan soal pemblokiran layanan chat Telegram nonaplikasi karena menampung percakapan kelompok kelompok radikal. "Pemerintah kan sudah lama mengamatinya," ujar Presiden Joko Widodo saat dicegat awak media di kampus Akademi Bela Negara milik Partai NasDem, Ahad, 16 Juli 2017. Presiden Joko Widodo berkata, langkah tegas dengan pemblokiran perlu diambil karena pemerintah lebih mementingkan keamanan negara dan masyarakat dibandingkan keberadaan layanan Telegram. Presiden Joko Widodo tidak menutup kemungkinan langkah serupa (pemblokiran) pada penyedia layanan percakapan berbasis online lainnya.
Source: Koran Tempo July 16, 2017 07:38 UTC