Sebab, terdapat penghentian sementara serta pengetatan penerbangan untuk mengantisipasi masuknya virus tersebut dari Tiongkok. “Kalo MoM (Month on Month) negatif 3,2 persen, itu karena virus korona ini,” ujar dia di Kantor Kemenparekraf, Rabu (12/2) malam. Namun, jika secara tahun per tahun (year on year), aktivitas penerbangan malah tumbuh sebesar 5,6 persen. “Kalau YoY, 1 Januari sampai 10 Februari 2019, compare (bandingkan) 1 Januari sampai 10 Februari 2020 tumbuh 5,6 persen, kenapa tumbuh 5,6 persen karena domestik besar. Operation incentive merupakan insentif yang berdampak langsung ke operasi maskapai.
Source: Jawa Pos February 13, 2020 02:37 UTC