Menyebut teroris dengan mujahid dinilai kekeliruan besar. Sayangnya, para pelaku teror kerap mencatut jubah agama dan menamai diri dan aksi mereka sebagai kelompok mujahid. Dalam buku Meluruskan Pemahaman Hadis Kaum ‘Jihadis’ karya para peneliti El-Bukhari Institute disebutkan, para teroris kerap mengklaim diri mereka sebagai kaum mujahidin atau jihadis. Dijelaskan bahwa esensi peperangan pada zaman Rasulullah dengan teror para teroris di masa kini berbeda 180 derajat celcius. Sehingga menyebut kaum teroris dengan sebutan kata mujahid atau jihadis adalah kekeliruan besar.
Source: Republika February 13, 2020 02:03 UTC