Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Fitria Agustina, Sp.KK, FINSDV, FAADV menegaskan, penggunaan baju bekas tanpa proses pembersihan yang benar dapat meningkatkan risiko gangguan kulit. “Risiko utama memakai baju bekas yang tidak dibersihkan dengan baik adalah penularan penyakit kulit dan iritasi pada kulit,” kata dr. Fitria saat dihubungi kantor berita Antara di Jakarta, baru-baru ini. Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) itu menjelaskan, pakaian bekas masih dapat menyimpan sisa-sisa keringat, jamur, bakteri, serta residu bahan kimia dari pemilik sebelumnya. Dalam beberapa kasus, kondisi itu bahkan berkembang menjadi infeksi kulit. Menurut dr. Fitria, infeksi yang paling sering berpotensi menular lewat pakaian bekas adalah infeksi jamur seperti kurap.
Source: Republika February 07, 2026 21:15 UTC