Pengusaha dan perajin sarung dan tenun ikat berada di Desa Parengan Kecamatan Maduran, Lamongan. Data di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan menyebutkan, sekitar 28 pengusaha tenun ikat dan 2.500 perajin. Mereka memproduksi sarung dan tenun ikat rata-rata di atas 200 kodi (satu kodi 20 lembar) per hari. Menurut pengusaha sarung dan tenun ikat asal Desa Parengan, Miftakhul Khoiri, produksi tenun dan sarung ikat di daerahnya dikirim ke sejumlah kota di Indonesia seperti ke Surabaya, Malang, Semarang, Yogyakarta, Jakarta dan Bandung. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, Mohammad Zamroni mengatakan, Kecamatan Maduran, selama ini jadi sentra industri sarung dan tenun ikat.
Source: Koran Tempo January 07, 2020 07:18 UTC