Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman berpandangan, agar mesin pertumbuhan ekonomi menyala kencang sejak awal tahun, kuncinya bukan pada target ambisius, melainkan kecepatan eksekusi kebijakan. Di saat yang sama, lanjutnya, mesin pembiayaan harus ikut dipaksa bergerak, bukan dibiarkan terlalu berhati-hati. Sebaliknya, bila mesin sudah panas sejak kuartal I, tugas pemerintah selanjutnya hanya menjaga agar ia tidak kehabisan bahan bakar," jelasnya. Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2026 tidak terlalu sulit untuk dicapai. Apalagi, katanya, kebijakan fiskal dari pemerintah semakin sinkron dengan kebijakan moneter dari bank sentral atau Bank Indonesia.
Source: Media Indonesia January 02, 2026 09:22 UTC