REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak terbatas imbas kondisi di Timur Tengah. Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengingatkan risiko tertekannya IHSG dalam perdagangan pekan depan. Investor global cenderung keluar dari aset berisiko dan mencari perlindungan di aset safe haven," ujar Hendra kepada Antara di Jakarta, Ahad (1/3/2026). Kemudian, kedua, risiko inflasi impor akibat lonjakan harga energi di tingkat global. "Dalam kondisi seperti ini, IHSG berpotensi bergerak melemah dan menguji support klasik di level 8.133.
Source: Republika March 02, 2026 04:06 UTC