REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Serangan AS-Israel pada Ahad (1/3/2026), telah menargetkan salah satu gedung milik Channel 2 dari Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), lembaga penyiaran resmi Iran. Meskipun diserang, IRIB menyatakan siarannya tetap mengudara. Tim teknis di lembaga penyiaran nasional sedang menilai potensi kerusakan akibat serangan tersebut. Departemen tersebut menyatakan bahwa saluran televisi tidak mengalami masalah atau gangguan dan tetap menjalankan operasi rutin mereka. Rezim tersebut juga pernah menyerang kantor pusat IRIB di Teheran pada Juni 2025 lalu, yang menyebabkan gugurnya sedikitnya tiga jurnalis yang tergabung dengan lembaga penyiaran tersebut.
Source: Republika March 02, 2026 03:36 UTC