Kajian dilakukan berbasis analisis presipitasi ekstrem, karakteristik hidrologi, perubahan tutupan lahan, serta simulasi hidrologi-hidrolika. Koordinator Tim Riset Cenago ITB, Heri Andreas, mengatakanl analisis perubahan tutupan lahan menunjukkan porsi alih fungsi lahan tiga korporasi terhadap luas DAS relatif kecil. Tidak hanya mengandalkan identifikasi dan digitasi citra satelit untuk mengklasifikasikan tutupan lahan, Cenago juga menggabungkan data presipitasi BMKG dan NOAA Amerika Serikat. Menurut Heri, hasil analisis terhadap citra satelit resolusi tinggi menunjukkan banjir dipicu oleh fenomena Siklon Tropis Senyar dengan anomali presipitasi yang sangat jarang terjadi. Dengan intensitas hujan yang melampaui standar mitigasi nasional itu, kata Heri, bencana tersebut berada pada tingkat yang secara perencanaan melampaui kapasitas pengendalian banjir yang berlaku.
Source: Republika February 21, 2026 16:00 UTC