JawaPos.com - Sejak awal tahun 2018, harga komoditas pinang di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) merosot tajam. Ketua Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) Sumbar Irman mengatakan, salah satu faktor yang menjatuhkan harga pinang disebabkan karena minimnya permintaan pinang. Tahun 2017, India menaikkan harga pinang hingga 100 persen. Dari catatan Gapperindo, harga pinang di Sumbar sendiri menunjukkan tren peningkatan sejak 2015 lalu. "Daerah yang banyak menghasilkan pinang di Sumbar antara lain, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Limapuluh kota, Pasaman, Sijunjung, Solok Selatan dan Mentawai," tandasnya.
Source: Jawa Pos April 10, 2018 15:22 UTC