Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Horas V.M Tarihoran mengatakan, tingkat literasi keuangan baru 38 persen saat ini, sementara inklusi sudah di angka 76 persen. OJK optimis dapat mencapai target 90 persen literasi keuangan Indonesia di tahun 2024,” kata Horas dalam virtual konferensi, Kamis (6/8/2020). Selain itu, tingkat kemalasan membaca juga dinilai menjadi hambatan literasi keuangan bisa bertumbuh. Misalkan saja di Jawa, pemanfaatkan seni wayang bisa dilakukan untuk mendorong literasi keuangan, dengan memasukkan unsur edukasi didalamnya. “Kita lagi mencari format untuk literasi keuangan digital.
Source: Kompas August 06, 2020 14:26 UTC