Sementara Israel adalah satu-satunya pihak yang memenuhi syarat dan penjamin untuk setiap pengaturan masa depan di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan Pemimpin Spiritual Sekte Druze di Suwayda, Hikmat al-Hajri, dalam wawancara dengan situs web Israel "Ynet" yang berafiliasi dengan surat kabar Yedioth Ahronoth, mengenai situasi politik Suwayda dan hubungannya dengan Israel, dikutip Aljazeera, Selasa (13/2/2026). Pemerintah Suriah ISISAl-Hajri mengklaim, konflik yang dihadapi komunitas Druze saat ini bukan lagi sekadar perselisihan politik dengan pemerintah, melainkan pertarungan eksistensial melawan pendekatan "barbar" yang menargetkan minoritas. Dia menggambarkan pertempuran pada Juli antara militan Druze dan militan dari suku Badui sebagai perang genosida yang hanya dapat diselamatkan oleh Israel. Dia juga mengklaim, tanpa bukti, bahwa pada Juli, kaum Druze mengalami eksekusi di lapangan, pemerkosaan, dan pembakaran pemukiman.
Source: Republika January 13, 2026 18:38 UTC