"Di tengah sentimen penguatan dolar Amerika di pasar kawasan Asia, mata uang rupiah masih bergerak stabil," kata ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta. Ia mengatakan sentimen dolar Amerika yang masih kuat di pasar eksternal diperkirakan dapat membatasi ruang penguatan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek. Apalagi pelaku pasar juga masih khawatir dengan situasi politik di dalam negeri menjelang putaran kedua pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Berdasarkan jangka waktu asal, utang luar negeri jangka panjang tumbuh 1,1 persen (yoy), sementara utang luar negeri jangka pendek tumbuh 8,6 persen (yoy). "Namun pelaku pasar diharapkan tetap mencermati data-data ekonomi lainnya, baik dari domestik maupun eksternal, yang dapat mengubah arah rupiah," kata Reza.
Source: Koran Tempo February 21, 2017 04:48 UTC