REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Media Israel melaporkan bahwa Tel Aviv mencapai kesepahaman dengan Washington untuk memisahkan front Lebanon dan Iran dalam perjanjian gencatan senjata. Hal ini memungkinkan tentara penjajahan Israel terus melanjutkan serangannya di pinggiran selatan Beirut dan Lebanon selatan pada Kamis pagi. Pada Rabu, Israel melancarkan serangan terbesarnya terhadap Lebanon, menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang gencatan senjata sementara di Iran. Berbeda dengan pengumuman Iran dan Pakistan, Israel mengatakan bahwa “gencatan senjata tidak mencakup Lebanon.”Hal ini tak ia sampaikan kemarin saat Iran dan Pakistan mengeklaim bahwa gencatan senjata melingkupi serangan Israel di Lebanon selatan. Yedioth Ahronoth mengutip sumber keamanan Israel yang mengatakan bahwa "kesepahaman telah dicapai antara kepemimpinan politik di Amerika dan Israel untuk memisahkan front Lebanon dan Iran," menekankan bahwa perkiraan Israel menunjukkan bahwa Hizbullah memiliki lebih dari 15.000 anggota.
Source: Republika April 09, 2026 13:56 UTC