REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mencintai dunia secara berlebihan dapat memicu kesengsaraan serta kesibukan yang tiada berujung. Tafarrag li-ibadati amla' shadraka ghinan wa asudda faqraka, wa in-lam taf'al mala'tu yadayka syuglan wa lam asudda faqraka." Ibnu Qayyim dalam kitab Mawarid al-Aman al-Muntaqa min Ighatsat al- Lahafan menjabarkan mengenai ciri-ciri orang yang 'diperbudak' dunia. Ciri-cirinya antara lain tak lepas dari kesedihan yang membelenggu terus-menerus, keletihan berkelanjutan, dan kerugian yang tidak akan berujung. Tak jarang makanan dan minuman itu dibeli bukan atas dasar kebutuhan fisik, melainkan karena nafsu untuk memenuhi gaya hidup duniawi.
Source: Republika November 04, 2019 01:18 UTC