REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan penolakannya atas pembentukan Dewan Perdamaian Gaza yang diumumkan Gedung Putih Jumat lalu. Kesertaan Turki dan Qatar dalam dewan yang akan mengawasi rehabilitasi Gaza itu jadi alasannya. Menurut The Times of Israel, Netanyahu tampaknya mempermasalahkan pembentukan badan baru yang disebut dewan eksekutif, yang akan mencakup pejabat senior dari Qatar dan Turki – dua negara yang sangat kritis genosida Israel di Gaza. Turki dan Qatar dikenal memiliki hubungan kompleks dengan Tel Aviv dan Hamas, serta peran aktif dalam diplomasi kemanusiaan dan negosiasi gencatan senjata sejak perang meletus. Selain perwakilan dari Turki dan Qatar, anggota komite lainnya berasal dari negara Arab dan tokoh global yang berpengaruh dalam isu Gaza.
Source: Republika January 17, 2026 23:24 UTC